Selasa, 14 Mei 2013

Kasih Sejati melupakan diri

     Putri Allice dari Inggris wafat setelah menderita sakit beberapa hari. Perdana menteri William Gladstone, ketika mengumumkan berita dukacita itu didepan parlemen dan menceritakan sebuah cerita yang mengharukan.
     Beberapa waktu lalu sebelum sang Putri mangkat, anak perempuannya terserang difteria yang sangat gawat. Para dokter memperingatkan Putri Allice agar jangan memeluk dan mencium anaknya, karena nafas si anak bisa membahayakan jiwa sang ibu.
     Suatu hari si kecil sesak napas, sang putri pun panik, apa yang harus ia lakukan? Lalu tanpa mempedulikan ancaman bahaya apapun, sang putri memeluk anaknya itu agar tidak mati lemas. Ia memeluk erat anaknya itu sambil menitikkan air mata. Sambil tersengal-sengal berjuang melawan maut, si anak berkata, "Mama... ciumlah aku jika kau memang menyayangiku." Tanpa berpikir panjang lagi, ibunya (Putri Allice) mencium pipi anaknya itu dengan penuh kasih sayang.
     Dan benar saja, beberapa hari kemudian sang putri pun juga terjangkit difteria yang kemudian menghantarkannya pulang ke rumah Tuhan.
(Kidung Agung 8:7) > Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.
   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar